Frequently Asked Questions (FAQ)

Pertanyaan Seputar Administrasi

Bagaimana cara menerima bantuan dari Yayasan Jantung Indonesia?

Calon penerima bantuan dari Yayasan Jantung Indonesia, harus melewati beberapa tahap berikut :

  1. Mendaftarkan diri melalui Perwakilan YJI di daerah masing-masing dan mendapatkan Surat Pengantar ke Jakarta. Untuk daerah Jakarta bisa langsung ke Kantor Pusat YJI.
    Daftar alamat Perwakilan seluruh Indonesia dapat dilihat di sini.
  2. Memeriksakan diri ke Dokter Jantung setempat untuk mendapatkan rujukan.
  3. Prioritas pemberian bantuan adalah yang belum menerima dana dari BPJS atau perusahaan Asuransi lainnya.
  4. Bukan merupakan penderita Jantung Koroner dan berusia dibawah 50 tahun.

Bagaimana persyaratan menjadi anggota Klub Jantung Sehat?

Persyaratan menjadi anggota KJS :

  1. Calon Pengurus dan Anggota minimal terdiri dari 20 orang
  2. Ada pelatih
  3. Ada lapangan/ sarana latihan
  4. Minimalnya ada tenaga medis
  5. Ada fasilitas sound system ( misalnya untuk senam )

untuk lengkapnya baca di sini.

Bagaimana caranya menjadi anggota di Klub Jantung Remaja?

Syarat menjadi anggota :

Siswa sekolah menengah, anggota Karang Taruna, anggota organisasi remaja, dan remaja lainnya yang berusia 12 sampai dengan 21 tahun.

Kewajiban anggota :

  1. Mendaftarkan diri
  2. Membayar iuran
  3. Aktif melaksanakan kegiatan
  4. Menjunjung tinggi nama baik, martabat, kehormatan diri dan organisasi
  5. Mentaati ketentuan-ketentuan yang berlaku

Di mana saya bisa mendapatkan Video Senam Jantung Sehat?

content is not ready yet…

Pertanyaan Seputar Kesehatan Jantung

Apakah penyakit jantung itu menurun?

Sebaiknya kita tidak menggunakan istilah menurun. Yang umum kita sebut menurun adalah ciri genetis seperti warna kulit dan rambut orang tuanya diturunkan kepada anak-anaknya. Untuk penyakit kardiovaskular kita sebut riwayat keluarga adalah faktor risiko.
Seseorang yang dengan riwayat keluarga KANDUNG (artinya ibu, bapak, kakak dan adik. Bukan sepupu, oom, tante ataupun ipar, misalnya) ada yang mengalami penyakit jantung di usia kurang dari 55 untuk laki-laki dan 65 tahun untuk perempuan maka risiko untuk terkena penyakit jantung juga sedikit lebih tinggi, tapi tidak berarti bahwa anak pasti mendapatkan warisan penyakit tersebut dari orang tuanya.

Bagaimana gejala awal atau ciri-ciri Penyakit Jantung yang harus diwaspadai?

Ciri-ciri orang yang sakit jantung itu sangat majemuk, tergantung kelainan jantungnya. Selama ini yang dianggap sakit jantung adalah penyakit jantung koroner padahal penyakit jantung bukan hanya koroner saja.
Pada PJK, keluhan yang khas adalah sakit dada yang dapat dirasakan di sebelah kiri, kadang menjalar ke bahu dan lengan kiri atau rahang. Bisa dirasakan seperti sesak nafas, beban berat yang menekan dada, nyeri ringan sampai hebat atau seperti diremas. Kadang timbul keringat dingin.
Tapi ini ada mitos yang beredar dimana dianggap keringat dingin saja sudah menggambarkan penyakit jantung, ini salah, harus disertai keluhan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya diatas. Keringat dingin saja tanpa keluhan lain umumnya bukan sakit jantung.
Pada gagal jantung atau kelainan katup yang dominan adalah cepat lelah atau sesak terutama saat aktifitas. Pada kelainan irama jantung yang dirasakan adalah berdebar, kadang juga lemas atau bahkan kliyengan sampai pingsan. Bahkan kadang yang dirasakan hanyalah susah konsentrasi atau penurunan daya ingat/tangkap.

Apa penyebab utama terjadinya serangan jantung?

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah yang men-suplai makanan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner. Sumbatan ini bisa macam-macam, seperti plak, sobekan dinding jantung, tumpukan lemak (kolesterol), bekuan darah, dll.

Apakah kebiasaan sehari – hari seperti minum kopi, begadang dan merokok, dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit jantung?

Yang telah kita simpulkan dari penelitian bertahun-tahun terhadap pasien penyakit kardiovaskular, kita yakini ada beberapa kebiasaan hidup masyarakat modern yang miningkatkan RISIKO seseorang terkena penyakit ini. Kebiasaan kita tsb adalah MEROKOK, KURANGNYA AKTIVITAS FISIK dan POLA MAKAN tinggi garam, gula dan lemak. Hal-hal ini menyebabkan risiko terkena serangan jantung, dapat mencapai lebih tinggi 2-4 kali lipat dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan tsb.

Namun perlu diingat bahwa penyakit jantung tidak secara langsung disebabkan oleh satu faktor saja melainkan terjadi karena interaksi berbagai faktor. Jadi sering sekali saya dengar pasien mempertanyakan dirinya yang telah berhenti merokok dan rajin berolahraga tetapi terkena serangan jantung sementara temannya yang masih merokok malah sehat-sehat saja. Ada faktor lain yang berperan di sini, contohnya metabolisme lemak dan kolesterol tiap-tiap orang berbeda, demikian pula kecenderungan genetis pembuluh darah seseorang untuk mengalami penyempitan juga berbeda. Kita belum sepenuhnya mengidentifikasi semua faktor yang berkontribusi untuk terjadinya penyakit jantung namun yang telah kita ketahui adalah faktor-faktor yang jelas meningkatkan risiko.

Untuk kopi, sejauh ini, belum ada bukti konkrit bahwa konsumsi kopi dalam jumlah kecil sampai sedang, yakni 1-2 cangkir perhari, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Namun kafein pada kopi memang dapat meningkatkan denyut jantung sehingga jika anda telah dinyatakan memang telah mengalami gangguan fungsi jantung maka ada saatnya kopi tidak lagi disarankan untuk dikonsumsi. Misalnya, pasien pasca serangan jantung ataupun pasien gangguan irama jantung disarankan bertanya langsung pada dokter yang menanganinya tentang konsumsi kopi ini.

Apakah kita bisa mendeteksi penyakit jantung?

Deteksi dini penyakit jantung sangat dianjurkan pada orang-orang usia di atas 40 tahun dan juga pada kelompok risiko tinggi, misalnya pada mereka yang memiliki hipertensi atau diabetes. Skrining yang dapat dilakukan antara lain dengan rekam jantung (elektrokardiografi), treadmill test, echocardiografi (USG jantung) dan lain-lain.

Apakah benar, untuk wanita, mereka akan aman dari penyakit jantung selama belum mencapai masa menopause?

TIDAK BENAR!! Hanya untuk penyakit jantung koroner, karena ada perlindungan hormonal risiko berkurang TIDAK berarti AMAN. Perlindungan ini hilang kalau sdh menopause dan risiko menjadi sama. Tetap perlu hidup sehat, olahraga dan menjaga faktor risiko seperti Obesitas, Kolesterol, Kencing Manis, Rokok, dan Darah Tinggi.

Apakah benar anggapan bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada orang lanjut usia?

Penyakit jantung dan pembuluh darah alaminya adalah penyakit degeneratif dalam arti seiring dengan bertambahnya usia maka tentunya mulai timbul kerusakan berbagai organ, salah satunya jantung dan pembuluh darah.

Yang tidak alami adalah di masyarakat modern sekarang ini, kerusakan organ terjadi makin dini dan makin cepat. Antara lain tentunya dipengaruhi gaya hidup, seperti yang telah kita bahas tadi, antara lain MEROKOK, KURANGNYA AKTIVITAS FISIK dan POLA MAKAN tinggi garam, gula dan lemak yang juga berpengaruh terhadap tingginya angka hipertensi, obesitas dan diabetes mellitus atau sakit gula.

Sehingga saat ini kita lihat penyakit jantung terjadi pada usia yang semakin muda. Jika katakanlah 10 tahun yang lalu usia rata-rata pasien dengan serangan jantung adalah 65 tahun maka saat ini usia rata-rata tersebut adalah 50an tahun. Bahkan ada pasien serangan jantung dengan sumbatan total pada pembuluh darah koronernya yang berusia 20an tahun.

Apakah pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat serangan jantung datang?

Untuk awam tidak banyak yang bisa dilakukan pada saat serangan jantung kecuali CARI PERTOLONGAN SECEPATNYA. Panggil ambulans (ini di Jakarta bisa lama karena macet) atau secepatnya ke RS terdekat. Bila orang yang mengalami serangan jantung memang sudah diketahui mempunyai sakit jantung dan punya obat jantung, kita bisa berikan Aspirin (Aspilet, Aptor, Ascardia dll) dan obat jenis NITRAT (ISDN, ISMN, Isosorbid, Cedocard, Cardismo, Farsorbid, Nitral dll), sambil dicari pertolongan.

Bila orang  tersebut pingsan, maka harus dilakukan resusitasi jantung paru, yang membutuhkan pelatihan khusus yang sayangnya jarang dilakukan oleh orang awam. Bila tersedia Automated External Defibrillator (AED) yang sdh mulai tersedia di tempat umum, perlu dimanfaatkan saat resusitasi. Dalam rangka hari ulang tahun RS Jantung Harapan Kita bulan November, kami berencana melakukan pelatihan awam untuk pertolongan pertama berupa resusitasi, bantuan hidup dasar dan penggunaan AED ini. Bulan lalu sudah kita lakukan tetapi sayang sekali peminatnya sangat sedikit dari kalangan awam, mungkin juga karena promosi yang dilakukan saat itu kurang efektif.

Apa yang harus dilakukan orang terdekat saat seseorang mengalami serangan jantung?

Untuk orang yang mengalami serangan jantung, keluhan jangan ditahan dan ditunggu, mintalah pertolongan secepatnya. Untuk orang yang terdekat, JANGAN PANIK karena kalau anda panik anda menambah ketakutan orang yang mengalami serangan jantung yang sudah sangat ketakutan dan kesakitan, anda sendiri juga tidak bisa berpikir dengan tenang untuk mencari pertolongan.