Profil Cabang Propinsi Bali

 

KANTOR SEKRETARIAT

Bagian/SMF Kardiologi Dan Kedokteran Vaskular

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah

Denpasar – Bali.

Telpon/HP. (0361) 257518

Email.

 

 SEJARAH DAN KEPENGURUSAN

Terbentuknya Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Bali  tidak terlepas dari upaya Yayasan Jantung Indonesia Pusat yang menghendaki pembentukan atau membentuk cabang di setiap provinsi. Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Bali yang sekarang, pada mulanya sekitar tahun 1982 hanya merupakan kumpulan dari beberapa dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang mengadakan olah raga di lapangan Renon. Saat itu belum terbentuk suatu kepengurusan.

Sekitar Tahun 1986, kepengurusan telah terbentuk dengan  nama Klub Jantung Sehat Indonesia sebagai (KJSI), sebagai ketua bapak dr. I Wayan Wjita, SpJp (Prof. Dr. dr, I Wayan Wita, SpJp) yang dibantu oleh beberapa dokter umum, ahli dan masyarakat lainya, diantaranya : dr. I Nyoman Mangku Karmaya, dr. Dwi Suta Negara, dr. I Ketut Suwitra, dr. Budha, dr. Dewa Nyoman Wijana, (yang saat ini beliau-beliau sudah menjadi Guru Besar) dari masyarakat umum dan guru olah raga seperti I Nyoman Sadia, B.A., Apong Sungkono, Putu Tastra Hadi. Sebagai pelatih muda saat itu I Gusti Bagus Sidikarya

Banyak kegiatan Olah Raga Jantung Sehat yang dapat dilakukan pada saat itu, yang mana selain senam Jantung yang  baru ada seri 1, kami setiap tahun menggelar acara Relly Sepeda Sehat Piala Bergilir Gubernur.

Sekitar tahun 1990 an,  kepengurusan  Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Bali digantikan, sebagai ketua Ny. dr. Subandi (Istri Kepala Kantor Wilayah Kesehatan Provinsi Bali), yang diteruskan oleh Ny. dr. I Wayan Semendra (Istri Kepala Kantor Wilayah Kesehatan Provinsi Bali periode berikutnya). Dokumen pembentukan kepengurusan tidak ada. Tahun 2009 ,  kepengurusan digantikan oleh dr. I Ketut Rina, sebagai ketua harian dr. I Wayan Suwitra. (SK terlampir).

Tahun 2014 sampai sekarang kepengurusan diketuai oleh Ny. Ayu Pastika. (SK terlampir). Kegiatan demi kegiatan kita dapat lakukan, seperti Wisata Raga, dan mengajak masyarakat umum untuk dapat berolah raga, untuk meningkatkan kesehatan.

Adapun struktur kepengurusan saat ini adalah sebagai berikut:

NO NAMA PENGURUS JABATAN
1 Ibu Ayu Pastika Ketua
2 Dr.dr. I Ketut Rina, SpPD,SpJP Wakil Ketua
3 Ni Nyoman Sudjarni, SH, M.Kn Sekretaris
4 Ni Wayan Rositawati Bendahara
5 Prof. Dr. dr. I N. Mangku Karmaya Bagian KIE
6 I Gusti Bagus Sidikarya, S.Sos. Bagian BPKJ
7 dr. I Made Junior Artha Rina, SpJP Bagian Bantuan Medis
8 I Nyoman Darnayasa Bagian Pengembangan Dana

 

Profil kepengurusan YJI Cabang Provinsi Bali adalah sebagai berikut:

JABATAN UMUR JENIS KELAMIN PENDIDIKAN
≤ 35 35-57 ≥58 L P SLTP  KEBAWAH SLTA DIPLOMA+
1.    Pengurus Harian 2 6 5 3 8
2.    Anggota Pengurus 4 12 5 5 16 16 5
Jumlah 4 14 11 10 19 16 13

 

ASET

YJI Cabang Provinsi Bali masih menumpang di RS. Sanglah dan segala keperluan peralatan perkantoran dipinjamkan oleh RS tersebut.

JENIS ASET KONDISI JUMLAH
Baik TidakBaik/Rusak
1.      Kantor Cabut Baik
2.      Peralatan Kantor Tidak ada
3.      Meja Tidak ada
4.      Kursi Tidak ada
5.      Komputer Tidak ada
6.      Filing Kabinet/Lemari Tidak ada
7.      Mobil Ambulan Tidak ada
8.      Lainnya sebutkan: Tidak ada

 

 

 YJI CABANG KABUPATEN/KOTA DAN BPKJ

Tidak tersedia data tentang YJI Cabang Kabupaten/Kota maupun BPKJ Kabupaten/Kota.

 

KORCAM, KJS DAN KJR

Pada prinsipnya KJS yang ada, baik terbuka maupun tertutup berjalan dengan baik, dan melakukan kegiatan ORJS dan kegiatan lainnya  sesuai dengan jadwal yang mereka tentukan.

Adapun jumlah KJS di Cabang Provinsi Bali berjumlah 10 KJS terdiri dari  9 KJS terbuka dan 1 KJS tertutup.

Sedangkan KJR belum terbentuk di Provinsi Bali.

 

PELATIH

Pelatih senam di YJI Cabang Provinsi Bali berjumlah 28 orang dengan rincian 25 orang telah memperoleh pelatihan P1 dan 3 orang telah mengikuti Pelatihan ToT. Pelatih senam ini berada pada usia 35-57 tahun dan lebih banyak berpendidikan diploma keatas. Jumlah pelatiha masih sangat sedikit sehingga untuk  mengembangkan KJS diperlukan peremajaan pelatih dan peningkatan kualitas SDM sesuai kompetensi yang diharapkan. Pelatih tidak hanya melatih untuk SJS tetapi juga menjadi kepanjangan YJI untuk kampanye dan sosialisasi program jantung sehat, agar kasus penyakit jantung bisa diturunkan.

 

JABATAN UMUR

 

JENIS KELAMIN PENDIDIKAN
≤ 35 35-57 ≥58 L P SLTP KEBAWAH SLTA DIPLOMA+
1.      P0
2.      P1 25 10 15
3.      ToT 3 2 1
Jumlah 28 12 16