Profil Cabang Propinsi

Data dalam organisasi yang memiliki cabang di hampir seluruh provinsi dan cabang serta klub klub sampai berbagai pelosok daerah adalah  sangat penting. Menurut   Connoly dan Begg (2010), database baik kuantitatif maupun  deskripsi  dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi.  Yayasan Jantung Indonesia yang berdiri sejak tahun 1974 belum memiliki database seluruh Cabang Provinsi  sebagaimana organisasi yang modern dan professional, sehingga sering sekali informasi  yang dikeluarkan tentang yji berbeda satu sama lain dan cenderung tidak akurat sehingga dikawatirkan informasi akan memberikan hal yang kurang tepat.

Buku profil Cabang provinsi ini adalah informasi organisasi terkait dengan keorganisasian dari cabang provinsi, cabang kabupaten/kota, BPKJS, IPKJS dan KJS/KJR.  Metode penyusunan buku profil ini dengan membuat kuesioner untuk informasi informasi organisasi kemudia dikirim ke cabang provinsi untuk diisi sebagaimana data yang dimiliki. Data dilakukan evaluasi dan validitasi bila ditemukan data yang kurang dan kurang tepat dilakukan pengembalian kuesioner untuk diperbaiki oleh cabang provinsi.  Data yang sudah masuk kemudia disempurnakan dari data laporan rutin cabang provinsi serta laporan saat Rakorwil 2016. Data yang terkumpul diberikan batas waktu yang karena informasi belum banyak terkumpul dilakukan beberapa kali pengunduran waktu sehingga terjadi keterlambatan penyusunan dan penerbitan.

Hasil pengumpulan data hanya … persen cabang provinsi yang mengembalikan kuesioner dan sebagian besar data tidak lengkap sebagaimana kuesioner organisasi khususnya data cabang kabupaten/kota, BPKS, IPKJS dan KJS/KJR.  Data dan informasi disajikan berdasarkan provinsi dan pulau dimulai dari provinsi paling Barat (Aceh) sampai paling timur (Papua) serta sebagian dalam bentuk grafik  dan table.

Buku profil cabang provinsi ini mencakup data seluruh Cabang Provinsi, tetapi belum lengkap karena beberapa provinsi tidak memberikan data karena alasan tidak memiliki data karena Cabang tersebut tidak lagi aktif dalam kegiatan YJI. Gambaran yang demikian ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi pengurus YJI Pusat dalam memperbaiki organisasi YJI di Provinsi, kabupaten/kota, BPKJS, KJS dan KJR serta pelatih, meskipun belum lengkap.

Di masa depan profil akan terus disempurnakan agar lebih baik dan lengkap, dan menjadi acuan bagi seluruh YJI di Indonesia dalam melakukan identifikasi, monitoring dan evaluasi baik organisasi, program kerja dan mekanisme yang harus dibangun oleh organisasi agar dapat berjalan dengan baik dan berkembang.

Kami menyadari bahwa buku profil YJI cabang provinsi masih jauh dari sempurna sehingga kritik, saran serta masukan dari semua pihak kami harapkan agar terjadi penyempurnaan dimasa yang akan datang.