Posted Monday May 14, 2018 by yayasan jantung Indonesia

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Ibu Syahlina Zuhal mengatakan “Parade Asian Games 2018  mampu menguatkan solidaritas dan simpati publik dalam membangun semangat dan menguatkan citra positif terkait penyelenggaraan multi even tersebut, tanpa meninggalkan aura kegembiraan untuk publik”.

Gelar Parade Asian Games 2018, YJI  menurunkan  50 personil  terdiri dari Klub jantung Sehat (KJS) dan Klub Jantung Remaja (KJR). YJI juga menampilkan  Lompat Tali jantung Sehat (LTJS) serta menyediakan layanan kesehatan berupa 2 Mobil Unit, dengan 2 dokter dan 2 tim medis yang akan melayani pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan konsultasi langsung dengan dokter.

 

Direktur Eksekutif YJI, Dayu Padmara Rengganis, berharap  Asian Games 2018 berjalan sukses dan selalu mengedepankan aspek kesehatan dan prestasi para atlet.

Keikutsertaan YJI sebagai peserta parade ini selain untuk menyukseskan Asian Games 2018, sekaligus sebagai ajang promosi serta edukasi pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah

 

“Yayasan Jantung Indonesia menyiapkan pos-pos di area Asian Games untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi atlet dan mereka yang membutuhkan, berupa pemeriksaan tensi darah, tes darah, bantuan pernafasa, serta resusistasi, yakni tindakan untuk mengembalikan detak jantung bagi yang mengalami serangan jantung.” imbuh Dayu Padmara Rengganis

 

Yayasan Jantung Indonesia

 

Yayasan Jantung Indonesia (Indonesian Heart Foundation) adalah lembaga nirlaba yang fokus kepada peningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan Penyakit Jantung dan Pembuluh darah melalui pemasyarakatan Panca Usaha Jantung Sehat.

 

 

Yayasan Jantung Indonesia berdiri pada 4 Oktober 1974 dengan nama Yayasan Jantung Indonesia Dewi Sartika atas inisiatif dari lima orang kardiolog terkemuka di Indonesia, yaitu (alm.) dr. Sukaman, (alm.) dr. Loetfi Oesman, dr. Lily Ismudiati Rilantono, dr. Dede Kusmana, dan (alm.) dr. Boerman. Yayasan menjadi Anggota Federasi Jantung Sedunia pada tahun 1978 di Kongres Federasi Jantung Sedunia di Tokyo, Jepang. Pada 9 November 1981 nama yayasan berubah menjadi Yayasan Jantung Indonesia seiring perkembangan kegiatan. Perubahan ini juga ditandai dengan terbentuknya cabang-cabang yayasan di berbagai kota di Indonesia.

 

Dalam perkembangannya Yayasan jantung Indonesia mendirikan Klub Jantung Sehat, Klub Jantung Remaja, Van Health untuk pemeriksaan kesehatan gratis serta memberikan uluran bantuan operasi dan bantuan hidup dasar.  Beberapa events juga dilaksanakan guna pengumpulan dana dan pengembangan dana.  Sedangkan Kampanye yang dijalankan adalah Go Red for Women, Detak Demi Detik, Keren Tanpa Rokok dan Heart at Work

Leave a Reply