Posted Friday March 29, 2019 by yayasan jantung Indonesia

  • Tidak terbantahkan bahwa rokok merupakan produk beracun dan adiktif yang merusak kualitas sumber daya manusia. RUU Pertembakauan sarat dengan kepentingan industri rokok.
  • RUU Pertembakauan dimasukkan oleh Badan Legislatif DPR RI secara paksa demi kelangsungan kapitalisme industri rokok. RUU ini masuk sebagai satu dari 70 UU yang diprioritaskan dalam Program Legislasi Nasional Prioritas RUU Tahun 2013, RUU ini cacat prosedur. RUU Pertembakauan melanggar sejumlah pasal ayat Tatib DPR; (1) tidak dilengkapi dengan penjelasan/naskah akademis, melainkan hanya judul saja, (2) tidak diketahui dengan pasti merupakan usulan dari fraksi, komisi, DPD, atau masyarakat yang mana.
  • Dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2010-2014, tidak terdapat judul RUU Pertembakauan. RUU Pertembakauan sama sekali tidak tercantum dalam Prolegnas jangka panjang, jangka menengah maupun prioritas tahunan. Yang ada adalah Rancangan Undang-Undang tentang Pengendalian Dampak Produk Tembakau Terhadap Kesehatan. Kalau RUU Pertembakauan dimaksudkan untuk menggantikan ini maka secara substansi jelas berbeda.

RUU Pertembakauan yang berfokus pada kepentingan kapitalisme industri dan mengenyampingkan upaya memberikan perlindungan bangsa dari racun dan adiksi rokok adalah merupakan Pelanggaran HAM. Ini kemunduran yang serius bagi peradaban bangsa Indonesia, karena mengutamakan kapitalisme di atas perlindungan akan Hak Asasi Manusia Indonesia akan kesehatan dan mempertaruhkan kualitas generasi yang akan datang serta derajat kesehatan reproduksi.

Sumber : Komnas Pengendalian Tembakau

Leave a Reply