Posted Monday June 13, 2016 by YJI Socmed Team

Marcelino Lefrandt

Pasti tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa Marcelino Lefrandt sudah lebih dari empat tahun menyandang “tugas” sebagai Spoke Person Yayasan Jantung Indonesia. Sebagai seorang aktor dan dosen, Marcel – panggilan akrabnya – dikenal sebagai seorang yang sangat peduli pada kesehatannya.
Awalnya Marcel sempat muncul sebagai finalis cover boy majalah “Aneka Ria”. Setelah itu, ia sering muncul sebagai model di halaman mode majalah gaya hidup serta tampil dipanggung peragaan sebagai catwalk model. Saat ini, selain mengajar dan berakting, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Skylar Comics, sebuah perusahaan komik yang ia dan teman-temannya dirikan untuk membangkitkan dunia komik di Indonesia. Tokoh komiknya umumnya tokoh jagoan yang khas Indonesia.
Mengapa ia bisa menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur di Skylar Comics karena sejak kecil suka komik dan suka akan superhero. “Sejak kecil saya sudah suka Superman. Kesederhanannya, kekuatan supernya dan bagaimana ia menggunakan kekuatan super itu untuk membantu yang lemah, sangat menginspirasi saya,” ujar Marcellino penuh semangat. Ia pun suka akan tokoh superhero lokal seperti Gundala dan Godam. Hingga kini, jumlah koleksi komik dan action figure serta semua pernak-pernik superhero yang dikumpulkannya, tak terhitung sudah.

Apa yang mendorong Anda dan teman-teman mendirikan Skylars Comics?

“Anak-anak sekarang lebih suka tokoh-tokoh komik luar. Makanya kami ingin menciptakan tokoh lokal yang bisa menginspirasi mereka. Kami akhirnya menerbitkan komik superhero ‘Volt’. Waktu masih edisi satu, orang hanya berpikir kami hanya main-main dan hanya mau cari sensasi. Baru setelah terbit teratur hingga nomor 4, mereka akhirnya sadar bahwa Marcelino serius. Komik Volt saat ini sudah menginjak seri kelima dan keenam. Ia tidak sungkan menyuntikkan mitos-mitos dan filosofi wayang dalam komiknya. Jumlah penggemarnya kian bertambah. Tidak sedikit yang meramalkan bahwa komik ini kelak akan diangkat ke layar lebar.

Bisa jelaskan lebih lanjut rinci mengenai Skylar Comics dan apa saja karya-karyanya?

Skylar Comic telah melansir komik superhero Volt secara reguler dari jilid satu dan baru saja di bulan Maret 2014 ini mencapai jilid keenam. Skylar Comic ini berdiri tanggal 1 maret 2012. Selain Volt, ada juga Jawara (Jagoan Warga Negara Indonesia) Indonesia yang kita rilis dalam format Manga satu edisi dan salah satu anak perusahaan Skylar Comics yaitu Alleta Comic juga merilis buku bertema Princess yaitu 3 Putri Pelangi yang terbit 3 edisi langsung tamat dalam format cerita bergambar yang juga sudah beredar di toko buku.

Kemudian bagaimana cara anda dalam mempromosikan karya ini?

Pertama saya mencoba membuka pintu marketing dengan menggunakan kredibilitas saya sendiri sebagai pekerja seni. Misalnya ketika menjadi bintang tamu dalam acara-acara talk show seperti Hitam Putih, Bukan Empat Mata, dan sejenisnya, saya selalu membawa karya saya. Saya tunjukkan bahwa Indonesia memiliki superhero. Kedua, saya juga memberi penyuluhan ke sekolah sekolah.

Bagaimana tanggapan masyarakat sampai saat ini? Sudah terbit 6 volume ‘kan?

Semua ini hasil dari kesabaran. Penjualannya meningkat. So far rata-rata terjual tiap edisi sudah di atas 500 dan itu masih terus. Karena kalau orang pertama kali beli jilid 3, pasti dia akan cari jilid 2 dan 1. Begitu tahu ada jilid 4 dan 5, pasti akan dicari. Jadi ada semacam reaksi berantai.

Sekarang ganti topik, masalah kesehatan dan Yayasan Jantung Indonesia. Sejak kapan bertugas sebagai Spoke Person YJI?

Menjadi Spoke Person YJI sekitar 4 tahun lalu, dan sangat tidak menyangka. Kaget ketika pihak YJI menghubungi karena menjadi Spoke Person dari suatu lembaga kesehatan seperti YJI tidaklah mudah. Pasti sebelumnya mereka sudah melakukan semacam penelitian terhadap diri saya saat mereka menawarkan jabatan tersebut. Oleh karena sikap, tingkah laku, gaya hidup, mau tak mau harus sesuai dengan visi dan misi yayasan. Untungnya sejak kecil saya sudah ditekankan untuk hidup sehat. Apalagi saya tidak pernah merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol (apalagi narkoba!). Cocok sudah.

Masih aktif hingga saat ini?

Yang jelas saya masih menjabat sebagai Spoke Person YJI. Sangat aktif tidak juga karena seringkali kegiatan YJI bertabrakan dengan kegiatan saya pribadi. Untungnya pihak YJI sangat mengerti akan kesibukan saya sehari-hari. Kalau tidak tabrakan saya pasti akan datang ke acara yang diadakan YJI sebagai Spoke Person-nya.

marcelino_family2

Mengenai gaya hidup sehat, apa yang ada dibenak Anda?

Sebenarnya sederhana… Di saat sekarang, kalau mau sehat ya harus mau hidup dengan pola hidup sehat. Saat ini godaan – terutama makanan dan hiburan – begitu besar. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kurangi konsumsi karbohidrat, lemak, dan gula. Perbanyak buah, sayur dan protein. Itu penting. Sekarang manusia hidup serba enak, semuanya serba cepat dan instan. Mau sesuatu tinggal pencet telpon, pesan, ada yang antar. Manusia jarang (malas) bergerak. Seharusnya dipakai berolahraga di waktu kosong, tapi kenyataaannya lebih banyak yang nongkrong di kafe sepulang kantor ‘kan, ketimbang latihan di klub kebugaran. Alhasil kalori tersisa ditimbun jadi lemak. Kalau terlalu banyak tentu saja akan berakibat negatif bagi tubuh. Nah banyak orang yang tidak menyadari hal ini.

Bisa lebih rinci lagi?

Maksudnya, pola hidup sehat tidak hanya sebatas tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan memakai narkoba. Pola hidup sehat juga berhubungan langsung dengan pola makan sehat. Sama saja bohong, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak menggunakan narkoba, tapi makannya tidak dijaga. Justru makanan punya peranan penting untuk kesehatan tubuh.

Apakah pengertian ini sudah diterapkan sejak muda/ remaja?

Tidak juga, tetapi sejak remaja saya sudah mengerti apa itu pola hidup sehat. Minimal saat itu saya sudah anti rokok. Kemudian berkembang seiring dengan pengetahuan mengenai nutrisi dan kesehatan saya bertambah.

Bagaimana dengan keluarga, terutama anak-anak?

Pola hidup sehat sudah saya terapkan sejak menikah dengan Dewi. Kebetulan istri saya memiliki pemahaman yang sama. Otomatis pemahaman itu kita terapkan juga pada anak-anak. Sekarang, justru anak-anak yang sangat reaktif jika melihat orang di sekitarnya melakukan hal hal yang dianggapnya tidak sehat. Terutama yang sulung. Dia akan langsung menegur orang tersebut. Ini sering terjadi saat anak-anak berkunjung ke lokasi shooting. Biasanya si sulung akan langsung protes jika ada kru-kru film yang merokok. Nah, protesnya itu berdampak positif bagi para kru. Kalau si sulung ke lokasi shooting, otomatis para kru “puasa” merokok, sementara. Bagus buat kesehatan mereka.

marcelino_family1

source : HeartNews edisi juli-oktober 2015

 

Leave a Reply