Posted Tuesday June 30, 2015 by YJI Socmed Team

Makananmu Obatmu

Kesehatan jantung berawal dari pola makan. Pola makan dibentuk dari rumah dan terbawa pada kehidupan sehari-hari. Pada 2014, WHO menyatakan bahwa penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Badan kesehatan dunia ini mencatat 17.5 juta orang meninggal akibat penyakit jantung atau pola makan. Angka setinggi ini tidak pernah terjadi di tahun 1950 – 1960an. Di jaman itu, jarang sekali orang menyantap makanan “setengah jadi” atau “cepat saji” yang diproses secara industrial. Umumnya, makanan yang dikonsumsi berasal dari rumah.

Sekarang dengan alasan kesibukan, waktu, dan kepraktisan hampir setiap orang mengonsumsi makanan “proses”. Bahkan, tak sedikit ibu rumah tangga – yang berpendidikan tinggi – membekali anak-anak ke sekolah dengan makanan “proses”. Padahal makanan jenis ini penuh dengan aneka bahan buatan – pengawet, pewarna, penambah rasa – yang jika dikonsumsi secara berkala dalam waktu yang lama memiliki efek buruk bagi tubuh. Makanan proses hanya enak dan kaya akan kalori. Miskin serat, vitamin, dan mineral.

Penelitian terhadap 31.456 penderita jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 selama lima tahun membuktikan bahwa pola makan yang baik membuat mereka nyaris bebas dari penyakit tersebut. Menurut Walter Willet, MD. pimpinan bidang nutrisi di Harvard School of Public Health mengatakan obat paling manjur adalah pola makan yang sehat. “Apa yang dapat disembuhkan oleh obat, dapat pula disembuhkan oleh makanan, dan itu semua dimulai dari rumah”

Sedemikian pentingnya pola makan sehat sehingga British Medical Journal menerbitkan tulisan yang menganjurkan dokter  untuk mengobati penderita jantung pemula dengan mengatur pola makan mereka. Dianggap lebih tepat, aman, dan lezat (dibanding obat). Tulisan ini pun menganjurkan agar dokter mengatur pola makan penderita jantung ringan dengan memberi dosis anggur merah (red wine), ikan, coklat hitam (dark chocolate), bawang putih, almond, aneka buah dan sayuran dengan takaran tepat. Sesuai dengan konsep Hippocrates 2000 tahun lalu, seorang ahli fisika dan figur medis Yunani Kuno yang berpendapat, “Biarlah makananmu menjadi obatmu, dan jangan biarkan obatmu menjadi makananmu..’

image by livescience.com

Leave a Reply