Posted Wednesday December 06, 2017 by YJI Socmed Team

Hindari stress saat kehilangan pasangan

Pasangan Sehidup ‘Semati’ Hindari stress saat kehilangan pasangan.

Rasa sedih akibat kehilangan pasangan ternyata sangatmempengaruhi bukan hanya emosional dan kesehatan mental seseorang, namun juga kesehatan fisiknya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang baru saja ditinggal pergi pasangannya (meninggal) memiliki risiko sebesar dua kali lipat terkena serangan stroke atau jantung dalam satu bulan pertama.

Duka cita telah lama diketahui menjadi salah satu faktor risiko untuk kematian. Beberapa penelitian telah menyebutkan bahwa kesedihan memiliki dampak langsung terhadap risiko pembekuan darah, tekanan darah, kadar hormon stres, dan kontrol detak jantung. Hal tersebut diungkapkan Sunil Shah, dosen senior di bidang kesehatan publik di St George University of London di Inggris. Sebuah penelitian di Australia juga mengatakan bahwa orang yang berkabung karena baru saja kehilangan orang yang dicintainya diperkirakan memiliki risiko terkena serangan jantung enam kali lipat lebih besar. Bahkan jika perasaan patah hati itu terlalu lama dan mendalam, maka bisa berpotensi menyebabkan kematian. Pada saat mengalami kesedihan mendalam tersebut, tekanan darah akan meningkat, detak jantung semakin cepat, sistem kekebalan tubuh berubah, dan gumpalan terbentuk sehingga menyumbat aliran darah yang bisa menyebabkan serangan jantung.

Risiko terkena serangan jantung akibat kesedihan mendalam dan sakit hati ini biasanya paling banyak ditemukan pada mereka yang berusia 30 tahun. Diyakini bahwa rasa sedih tersebut menyebabkan berlebihnya produksi hormon stres saat itu. Selain mengakibatkan masalah pada jantungnya, orang yang bersedih terlalu dalam bisa kehilangan akal sehatnya dan menjadi stres. Stres yang timbul biasanya karena adanya tekanan dalam diri orang tersebut dan rasa takut akan kesepian. Selain itu, orang yang baru saja ditinggal pasangannya juga memiliki kecenderungan untuk mengabaikan kesehatan dirinya sendiri, bahkan menjadi pasrah dan tidak peduli. Ada semacam perasaan menyerah atau pengabaian diri pada mereka yang berkabung. Untuk mengurangi kemungkinan terburuk akibat perasaan kehilangan, para ahli menyarankan pada yang bersangkutan untuk lebih berkokus pada diri sendiri.

Kehilangan pasangan—terutama setelah bertahun-tahun masa kebersamaan tentu bisa mengguncang seluruh dunia seseorang. Jika orang yang paling penting dalam hidup Anda tiba-tiba tidak ada, hal itu pastinya akan membuat Anda akan sangat terguncang. Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengalihkan perasaan sedih sehingga akan mengurangi tekanan pada jiwa yang kemudian ikut mengurangi produksi hormon stres. Pergi keluar untuk makan bersama atau nonton bioskop dengan teman dan kerabat dekat bisa menjadi alternatif pengalihan kesedihan Anda. Biasanya, dalam kondisi bersedih,  orang cenderung malas dan menolak ajakan aktivitas sosial serta lebih memilih menyendiri tenggelam dalam kesedihan. Untuk itu, dibutuhkan usaha serta kepedulian berlebih  dari kerabat untuk membantu ‘menyembuhkan luka’ orang yang sedang berkabung. Mempertahankan hubungan sosial merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Langkah selanjutnya yang bisa mengurangi risiko kematian akibat perasaan kehilangan adalah dengan belajar menerima kenyataan.

Memang, tidak mudah untuk melewati tahapan pada saat mengalami patah hati. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan dan meredakan kepedihan hati yang Anda alami. Terkadang, satu tahun pun tidak cukup untuk bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Namun tidak ada salahnya Anda belajar untuk bisa menerima kenyataan yang terjadi. Berikan waktu pada diri Anda untuk menerima kenyataan. Namun, jangan ragu untuk menemui dokter jika Anda merasa butuh pertolongan medis. Konsultasikanlah segala keluhan yang terjadi pada fisik Anda. Namun bila ternyata kondisi fisik Anda makin parah, tentunya Anda membutuhkan seorang dokter yang dapat membantu memutuskan apakah keadaan emosi anda cukup parah sehingga memerlukan perawatan seorang psikolog atau psikiater. Jangan pernah menganggap remeh keluhan sekecil apapun apalagi menyangkut masalah hati dan kejiwaan Anda.

Selain itu, tetaplah mengkonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga. Memperhatikan kesehatan Anda akan membuat Anda merasa lebih baik secara fisik dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa sedih yang mendalam.Terakhir, jangan lupa berdoa. Bangkitlah dari keterpurukan. Jangan biarkan rasa sedih berlarut membunuh Anda. Pasrahkan segala kegundahan dan kegelisahan yang Anda rasakan. Doa adalah kekuatan yang luar biasa. Doa yang tulus mampu membuat kita menjadi pribadi yang lebih tangguh menerima kenyataan hidup.

image by picjumbo.com

Leave a Reply